MWB, Mentok, Bangka Barat – Puluhan unit ponton selam ilegal kembali menjarah pasir timah di perairan laut Tembelok, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu ( 13/9/2025 ).
Informasi ini disampaikan oleh salah satu warga Desa Air Putih sebut saja Wawan, mengatakan kepada wartawan media terkait beraktivitasnya kembali ponton – ponton selam ilegal di perairan tersebut.
Dalam keterangannya itu Wawan juga mengatakan jika oknum – oknum warga setempat yang berperan sebagai panitia memberikan kelonggaran kepada para penambang ilegal berupa setoran 25% dengan alasan untuk kontribusi ke masyarakat.
Sedangkan 75% dari hasil pasir timah yang diperoleh, para penambang ilegal diberi kesempatan untuk menjual secara bebas.
“ Sudah ramai lagi orang kerja di Tembelok, mereka setor sebesar 25% yang katanya untuk kompensasi ke masyarakat tembelok,” ungkap Wawan
“ Kalau yang sudah setor sisa hasil tambangnya bisa dibawa pulang dan bebas mau jual kemana saja tidak masalah,” jelasnya
Apa yang disampaikan Wawan sedikit berbeda dengan keterangan BD salah satu warga lainnya yang mengatakatan jika hasil pasir timah setelah dipotong 25 %, para penambang diarahkan untuk menjual kepada kolektor timah yang masih merupakan pemain lama dan malang melintang di perairan laut Tembelok.
“ Bukan bebas dibawah pulang, namun sisa hasil timah setelah disetor 25 % untuk atas nama masyarakat, diarahkan supaya psir timah tersebut dijual kepada kolektor timah yang memang pemain lama disini,” terang BD
Saat disinggung siapa kolektor timah yang dimaksud dan disebut sebagai pemain lama di perairan laut Tembelok, BD hanya tersenyum namun enggan menyebutkan nama kolektor tersebut.
“ Ah kayak dak tau bae abang ni,” ucapnya.
Terkait kegiatan puluhan unit ponton ilegal yang saat ini kembali beroperasi dan menjarah di lokasi perairan laut Tembelok itu, upaya konfirmasi ke pihak terkait dan ke pihak Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Kapolres Bangka Barat sedang dilakukan.
Sangat diharapkan kepada pihak APH khususnya Polres Bangka Barat, untuk segera melakukan penertiban terhadap para penambang ilegal yang beraktivitas dilokasi tersebut. ( team anonim )